LAPORAN : CH
DI TERBITKAN OLEH CV.BINTANG PRODUCTION TLP. 08990824866 KANTOR PERWAKILAN KP.KUBANG AWAN CIRUAS ,KANTOR PUSAT PERUM BSB BLOCK DD 6 NO. 5 KEC. KOTA SERANG, KOTA SERANG. PIMRED : NURHAYATI, OPERATOR : DYT, KRU 5 0RANG MEDIA BP ONLINE, TURUT SERTA BERPARTISIPASI DALAM PEMBANGUNAN PROVINSI BANTEN SEJAHTERA BERDASARKAN IMAN DAN TAQWA. SERTA MEMBANTU MEMBERIKAN IMFORMASI KEPADA SELURUH MASYARAKAT BANTEN TELITI DAN BERIMBANG BERDASARKAN UU PRES NO. 40 THN 1999.
Kamis, 11 Juli 2013
Jumat, 05 Juli 2013
“GUBERNUR MEMBUKA PENTAS DUTA SENI PELAJAR SE JAWA, BALI DAN LAMPUNG”
LAP : CH
Kota Serang 3 Juli 2013– Pemeritah Provinsi Banten menjadi tuan rumah yang kedua kalinya menyelenggarakan Duta Seni Pelajar se-Jawa, Bali dan Lampung tahun 2013. Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Gubernur Banten-Hj.Ratu Atut Chosiyah di Alun-alun Barat, Kota Serang, Selasa (2/7). Kegiatan ini akan berlangsung dari tanggal 1 hingga 4 Juli 2013.
Kota Serang 3 Juli 2013– Pemeritah Provinsi Banten menjadi tuan rumah yang kedua kalinya menyelenggarakan Duta Seni Pelajar se-Jawa, Bali dan Lampung tahun 2013. Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Gubernur Banten-Hj.Ratu Atut Chosiyah di Alun-alun Barat, Kota Serang, Selasa (2/7). Kegiatan ini akan berlangsung dari tanggal 1 hingga 4 Juli 2013.
Dalam pentas duta seni pelajar yang diikuti oleh para pelajar dari
7 provinsi, Provinsi Banten menampilkan Tarian Nyi Mas Ratu, sedangkan provinsi
lain juga menampilkan tarian andalannya masing-masing, seperti Jawa Barat
dengan Tarian Sekar Ligan, DKI Jakarta dengan Tarian Si Jampang, Jawa Tengah
dengan Tarian Jaran Krincing, Jawa Timur dengan Tarian Garudeya, Bali dengan
Tarian Candra Bairawa dan DI Yoyakarta dengan Tarian Gojek Lesung.
Gubernur dalam sambutanya mengatakan “bahwa pelaksanaan pentas
duta seni pelajar adalah suatu kehormatan bagi Banten yang telah menjadi tuan
rumah pentas seni pelajar se-Jawa, Bali dan Lampung yang kedua kalinya,
sebelumnya pada tahun 2006 Banten telah menjadi tuan rumah pentas seni pelajar
ini.
Gubernur berharap silaturahmi yang dilaksanakan dalam kurun 4 hari
dapat memberikan manfaat bagi putra-putri bangsa Indonesia yang berasal dari 7
provinsi untuk tukar informasi, tukar ilmu dan mempererat kualitas persahabatan
antar pelajar. “Kita bertekad negara kesatuan Republik Indonesia harus
senantiasa kita pertahankan. Potensi dari budaya ini dapat mempererat tali
pesaudaraan sesama putra-putri bangsa Indonesia utamanya putra-putri dari 7
provinsi yang mengikuti pentas seni pelajar se-Jawa, Bali dan Lampung,Banten
memiliki beragam potensi budaya, baik budaya yang sudah dikemas dalam tarian
yang indah yaitu berasal dari potensi tari tarian tradisional yang ada di
Banten. Ada sekitar 127 macam buadaya tradisional Banten yang saat ini telah
dikemas menjadi seni budaya yang ditampilkan di berbagai kegiatan dan ada 27
yang benar-benar diberikan pembinaan. “Mudah-mudahan hal ini memberikan manfaat
terhadap potensi-potensi pariwisata yang ada di Banten dan bisa memberikan
manfaat untuk mempererat tali persaudaraan dengan provinsi-provinsi lain yang
ada di Indonesia” tegas Gubernur.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten-Hudaya Latuconsina
menerangkan”bahwa jumlah peserta yang mengikuti duta seni pelajar tersebut
kurang lebih 400 orang yang terdiri atas Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa
Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali dan pada
kesempatan ini provinsi Lampung tidak hadir. “Mudah-mudahan di lain kesempatan,
Lampung bisa mengirimkan duta seninya. Masing-masing provinsi mengutus peserta
sebanyak 50 sampai dengan 70 orang” terang Kepala Dinas Pendidikan Provinsi
Banten.
Duta seni pelajar se-Jawa, Bali dan Lampung lahir berdasarkan
kesepakatan bersama enam provinsi di Indonesia melalui forum konsultasi
regional pembangunan (konregbang) bahwa duta seni pelajar ini dihadirkan untuk
memantapkan solidaritas sosial, persaudaraan, kesatuan dan persatuan antar
pelajar serta menjaga sinergitas kegiatan dunia pendidikan bidang seni dan
budaya di kalangan generasi muda.Selain itu, untuk menjalin tali persahabatan
para pelajar, meningkatkan apresiasi pelajar terhadap kecintaan seni serta
saling tukar informasi tentang seni budaya daerah masing-masing, sehingga dapat
memberikan wawasan seni budaya yang luas bagi para generasi yang akan datang.
“Kita
berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan cinta tanah air di kalangan pelajar
dengan pendekatan belajar dengan seni, belajar melalui seni dan belajar tentang
seni, sebagai bukti tingginya peradaban budaya masyarakat Indonesia. Kegiatan
ini juga diharapkan mampu menjadi wadah penyaluran minat, bakat dan kreativitas
seni para pelajar dalam mendukung program pemerintah dalam melestarikan dan
mengembangkan seni budaya nasional, serta sebagai media pengenalan wilayah
masing-masing provinsi” jelasnya kembali
“IKLAN UCAPAN HANI DPPKD PROVINSI BANTEN”
“SEKDA BANTEN IKUTI RAKOR PARA SEKDA PROVINSI SE-INDONESIA MEMBAHAS BLSM”
LAP : CH
3 Juli 2013– Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten didampingi
Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten-Nandy Mulya mengikuti rapat koordinasi
(rakor) para sekda provinsi se-Indonesia membahas teknis penyaluran Bantuan
Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang dipimpin Menteri Dalam Negeri
(Mendagri) Republik Indonesia (RI)-Gamawan Fauzi di Lt.III Gedung Kementrian
Dalam Negeri Indonesia (Kemendagri), Jakarta, Rabu (3/7).
Mendagri secara singkat dalam arahannya menyampaikan” bahwa agenda
rakor ini sangat penting dan dirancang untuk berbagi beban dengan daerah di level
provinsi atas dampak penyaluran kebijakan BLSM atas kompensasi penyesuaian
harga BBM.Dampak penyaluran BLSM ini supaya menjadi beban kita bersama terutama
pengalokasian dana bagi rakyat di daerah jangan hanya dari dana APBN apabila
penduduk miskin yang seharusnya mendapat BLSM tidak teralokasikan dari dana
APBN”Mendagri berjanji apabila kemudian diperlukan semacam acuan atau regulasi
peraturan bagi payung hukum pengalokasian dana APBD untuk mengatur dana BLSM,
Kemendagri akan mendukungnya melalui peraturan perundangan.Mendagri melalui
rakor tersebut menginginkan agar daerah memeriksa kembali bersama-sama untuk
menyatukan data pusat dan daerah, mulai dari desa sampai pusat. Ia menginginkan
agar data tersebut lebih akurat agar para Sekda mengkoordinasikan kembali
melalui musyawarah desa dan kecamatan. Selanjutnya data-data itu dapat
divalidasi satu kartu untuk semuanya sehingga memudahkan penyaluran termasuk
juga memudahkan penyaluran bantuan sosial raskin, bantuan pendidikan dan lain sebagainya
untuk kemudian segera direkap datanya dan diselesaikan oleh PT Pos Indonesia”
pinta Mendagri.
Senada dengan Mendagri, Ditjen Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD)
Kemendagri-Tarmizi Karim secara teknis menjelaskan bahkan rakor ini digelar
untuk mencari solusi bersama-sama atas kekurangan anggaran alokasi BLSM dan
permasalahan dampak-dampaknya di daerah.Ia menyampaikan bahwa dalam penyaluran
BLSM ini terdapat kewajiban daerah dalam teknis penyaluran maupun menambah
kekurangan alokasi dana bagi rakyat miskin yang membutuhkan.Rakor ini dihadiri
pula Direktur PT Pos Indonesia dan Ses Tim Nasional Percepatan Penanggulanagn
Kemiskinan (TN PPK) Kementrian Sosial RI, selain membahas teknis penyaluran
BLSM, rakor ini juga membahas penanganan dampak kabut asap akibat kebakaran
lahan hutan di beberapa daerah di Indonesia.
“Operasi penertiban spaduk ilegal”
LAP : CH
Serang 2 Juli 2013=Di sepanjang jalan mulai dari ciceri sampai alun-alun
spanduk ilegal itu di turunkan dan di bawa ke dalam mobil petugas Pol PP.
Salah satu petugas yang tidak mau namanya di publikasikan mengatakan bahwa operasi ini sering di lakukan.
Banyak sekali spanduk-spanduk yang kadaluarsa bahkan tidak sedikit yang pemasangannya tidak memiliki izin ke DinasPendapatanDaerah (Dispenda) serang.
Selain mengganggu keindahan kota serang,spanduk tak berizin itu merugikan pemerintah, karena pendapatan pajak dari sektor itu berkurang.
Selama ini sanksi terhadap pemasang spanduk ilegal ini hanya sebatas penurunan saja,sehingga terkesan tidak jera ungkap petugas.
Salah satu petugas yang tidak mau namanya di publikasikan mengatakan bahwa operasi ini sering di lakukan.
Banyak sekali spanduk-spanduk yang kadaluarsa bahkan tidak sedikit yang pemasangannya tidak memiliki izin ke DinasPendapatanDaerah (Dispenda) serang.
Selain mengganggu keindahan kota serang,spanduk tak berizin itu merugikan pemerintah, karena pendapatan pajak dari sektor itu berkurang.
Selama ini sanksi terhadap pemasang spanduk ilegal ini hanya sebatas penurunan saja,sehingga terkesan tidak jera ungkap petugas.
Langganan:
Komentar (Atom)