Selasa, 01 Oktober 2013

Kemdikbud Gelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

LAPORAN :CH
Pancasila bagi bangsa Indonesia, bukan hanya sebagai dasar negara, namun juga ideologi, pandangan hidup, dan pemersatu, yang dirumuskan dari nilai-nilai luhur budaya bangsa. Sejarah mencatat berbagai usaha telah terjadi untuk mengganti Pancasila dengan ideologi atau nilai-nilai lain, salah staunya Gerakan 30 September 1965. Namun usaha tersebut tidak membawa perubahan karena kuatnya kesadaran dan pemahaman bangsa Indonesia akan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa. Untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh setiap tanggal 1 Oktober, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyelenggarakan upacara di tingkat nasional.
Tema peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada tahun ini adalah “Wewujudkan Nilai-nilai Pancasila sebagai Kepribadian Bangsa”. Direktur Jenderal Kebudayaan, Kacung Maridjan, yang bertindak sebagai Ketua Penyelenggara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila mengatakan, tema tersebut diambil karena secara substansi, orang yang memiliki kepribadian akan disegani dan dihormati orang lain. Hal itu pula yang diharapkan terjadi pada bangsa Indonesia dengan kepribadian yang berlandaskan Pancasila, yaitu dihormati dan disegani bangsa lain. “Pancasila itu tidak sekedar slogan, tetapi dipraktikkan. Pancasila akan sakti kalau Pancasila jadi kepribadian,” ujarnya saat jumpa pers Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, di Gedung E Kemdikbud, Jakarta, (27/7). Kacung menambahkan, dengan memperingati Hari Kesaktian Pancasila rutin setiap tahun, akan menjadi pengingat bagi kita bahwa kita sebagai bangsa Indonesia memiliki nilai-nilai luhur yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai modern.
Penyelenggaraan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi tanggung jawab Kemdikbud yang bekerja sama dengan seluruh instansi pemerintah serta BUMN. Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila akan berlangsung pada Selasa pagi, 1 Oktober 2013, di Monumen Pancasila Sakti, Jakarta Timur. Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.Para peserta upacara dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama terdiri dari TNI dan Polri. Sedangkan kelompok kedua terdiri dari siswa SD, SMP, dan SMA terpilih, mahasiswa Universita Negeri Jakarta, perwakilan organisasi kepemudaan, serta Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) DKI Jakarta. Selain itu tamu undangan yang akan hadir di antaranya para pejabat tinggi negara, duta besar negara-negara sahabat, keluarga pahlawan revolusi, dan tamu khusus kenegaraan lainnya……….


Rabu, 25 September 2013

“Sekda Provinsi Banten (H.Muhadi) Resmi Menutup Banten Expo 2013 Di Alun-alun Barat Kota Serang”

LAPORAN : CH/ DYT

SERANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten-H.Muhadi, Selasa (24/9), menutup secara resmi kegiatan Banten Expo 2013 dan Gerakan Keuangan Inklusif Tahun 2013 yang ditandai dengan pemukulan gong di Alun-alun Barat Kota Serang.
Dalam sambutannya Sekda mengucapkan terima kasih kepada para peserta yang telah mengikuti Banten Expo, terutama yang berasal dari provinsi lain, kabupaten/kota luar Provinsi Banten maupun peserta dari SKPD di lingkungan Provinsi Banten dan Kab/Kota se-Provinsi Banten.
Melalui kegiatan Banten Expo dan Gerakan Keuangan Inklusif adalah rangkaian kegiatan dalam semarak memperingati Hari Jadi ke-13 tahun Provinsi Banten yang secara resmi akan diperingati pada 4 Oktober 2013 mendatang.
Pada kegiatan ini kalangan perbankan telah menyalurkan kreditnya kepada beberapa pengusaha kopersai maupun Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan nilai transaksi mencapai Rp20 miliar lebih dan pada pameran Banten Expo ini juga telah terjadi transaksi sekitar Rp5 miliar lebih. Hal ini merupakan bagian dari kebijakan Provinsi Banten dalam rangka memberikan fasilitasi bagi kalangan pengusaha.
Ke depannya, Sekda menegaskan bahwa Banten akan membentuk Perusahaan Penjamin Kredit Daerah yang Peraturan Daerah (Perda)-nya sudah disetujui. “Insya Alllah tahun depan Provinsi Banten akan memiliki Perusahaan Penjaminan Kredit Daerah. Tujuannya adalah untuk memajukan koperasi dan UMKM, terutama memudahkan mereka mendapatkan akses permodalan kepada bank” ujar Sekda.Selain itu dengan berakhirnya Banten Expo 2013, Sekda mengharapkan kepada para peserta dari luar daerah Banten, setelah mengikuti kegiatan Banten Expo untuk tidak menyegerakan pulang ke daerahnya. Sekda berharap mereka berkesempatan untuk melihat-lihat wisata yang dimiliki Banten, baik wisata religi maupun wisata kulinernya sehingga pulangya nanti tidak hanya sukses mengikuti Banten Expo tetapi juga sempat melihat-lihat wisata Banten.
Kemudian dalam laporannya Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten-H.Ranta Soeharta menyampaikan bahwa kegiatan Banten Expo 2013 ini telah dilaksanakan sejak tanggal 20 September yang lalu dan akan berakhir pada hari ini (Selasa (24/9)). Acara tersebut telah berlangsung dengan lancar dan sesuai rencana.Sejak awal dibuka hingga berakhirnya pelaksanaan pemeran Banten Expo 2013 dan Gerakan Keuangan Inklusif 2013, tercatat kurang lebih 100.000 orang pengunjung telah melihat dan mengunjungi kegiatan ini,.Sedangkan berdasarkan data transaksi perdagangan yang kami kumpulkan secara kolektif dari peserta kegiatan pemeran Banten Expo 2013 dan Gerakan Keuangan Inklusif 2013 telah menghasilkan omset transaksi sebesar Rp5,3 miliar, baik dilakukan melalui penjualan langsung maupun kontrak yang didapatkan selama berlangsungnya acara ini” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut juga diserahkan piala Gubernur Banten dan Uang Pembinaan kepada para peraih penghargaan dalam lomba Cipta Inovasi Provinsi Banten tahun 2013 untuk katagori SMA/SMK/MA. Dengan perolehan juara pertama diraih oleh Dilla Priskayanti dan Lathifa Kharunisa dari SMA La Tansa Kabupaten Lebak, juara kedua Atika dari SMK Budi Mulia Kota Tangerang dan Juara ketiga Ahmad dan Muhamad Irfan SMA La Tansa Kabupaten Lebak.
Kemudian, panitia juga menilai stand terbaik pada ajang pameran Banten Expo 2013 untuk kategori SKPD Provinsi Banten dan luar Provinsi Banten dengan perolehan peringkat pertama dimenangkan oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Provinsi Banten, peringkat kedua stand terbaik dimenangkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Lumbuk Linggau dan peringkat ketiga stand terbaik dimenangkan Kementerian Agama Provinsi Banten.