Sabtu, 20 Juli 2013

Gubernur Lepas Keberangkatan Kontingen Marching Band Gita Surosowan Banten Ke Belanda





laporan: ch





Serang rabu 17/7-2013 – Gubernur Banten-Hj.Ratu Atut Chosiyah bersama Wakil Gubernur (Wagub) Banten-H.Rano Karno,secara resmi melepas kontingen Marching Band Gita Surosowan Banten (MGSB) yang akan berangkat ke Kerkrade, Nederland untuk mengikuti lomba Marching Band tingkat internasional World Music Contest 2013. Gubernur dan Wagub melepas kontingen Marching Band Gita Surosowan Banten dari Pendopo Gubernur Banten,
Sebelumnya, di World Music Contest (WMC) 2013, Marching Band Gita Surosowan Banten telah masuk 5 besar grup sebagai peserta final tanpa penyaringan kualifikasi.
Dalam sambutannya Gubernur sangat mengapresiasi dan memberi semangat atas dilaksanakannya acara pelepasan Marching Band Gita Surosowan Banten yang akan mengikuti kejuaraan World Music Contest (WMC) di Kerkrade, negara Belanda yang akan berlaga pada 21 hingga 29 Juli 2013 mendatang.“Saya selaku Gubernur Banten merasa bangga karena Marching Band Gita Surosowan Banten sebagai kelompok/unit marching band yang dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Banten yang dibentuk 17 Agustus 2005 lalu telah menunjukkan berbagai prestasi yang membanggakan, baik di level daerah, nasional, maupun internasional Gubernur menjelaskan bahwa Marching Band Gita Surosowan Banten di laga internasional pada tahun 2011 lalu pernah meraih medali perak drum battle pada kejuaraan dunia World Competition Marching Show Band. Saat ini Marching Band Gita Surosowan dengan jumlah personil, termasuk official sebanyak 185 orang akan berjuang untuk meraih prestasi terbaik di kejuaraan world music contest di kerkrade, negara Belanda. “Pada laga ini, alhamdulillah Marching Band Gita Surosowan Banten telah lolos ke babak final tanpa proses kualifikasi, hal ini tentu patut kita apresiasi”.Gubernur kembali berharap melalui doa dan dukungan dari jajaran pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Provinsi Banten, Marching Band Gita Surosowan Banten bisa mengikuti kejuaraan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat meraih prestasi terbaik sebagaimana yang diharapkan bersama.
Kepada 185 orang kontingen yang akan diberangkatkan tersebut Gubernur menyemangati agar mereka dapat meningkatkan terus semangat, motivasi dan kepercayaan diri. Selain itu jaga kekompakkan. “Karena marching band adalah permainan kelompok, dengan demikian kami berharap insya Allah Marching Band Gita Surosowan Banten dapat tampil dengan sebaik-baiknya dengan meraih prestasi terbaik sebagaimana yang ditargetkan” harap Gubernur.
“Sebagai duta Banten dan Indonesia, saya juga meminta saudara-saudara dapat senantiasa menjaga etika dan kepribadian masyarakat Banten dan Indonesia sehingga prilaku tersebut akan berdampak meningkatkan citra positif Banten dan Indonesia di mata dunia” pintanya.Selain kekompakkan, hal lain yang diingatkan Gubernur adalah minta kepada adik-adik para pemain Marching Band Gita Surosowan Banten untuk senantiasa menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. permainan marchin band selain membutuhkan kemampuan (skill) dalam memainkan alat-alat, juga membutuhkan kesehatan prima dan kebugaran. Sehingga kemampuan yang dimiliki dapat teraktualisasikan secara maksimal. “Mengingat kejuaraan ini dilaksanakan di bulan puasa Ramadhan, saya berharap adik-adik anggota Marching Band Gita Surosowan Banten dapat menjaga kondisi fisik yang prima dan tetap semangat” pesan Gubernur.
Kemudian atas partisipasi semua pihak yang telah mendukung kesiapan penampilan Marching Band Gita Surosowan Banten, Gubernur menghaturkan terima kasih, lebih khusus Gubernur menghaturkan terima kasih atas pembinaannya oleh Grup I Kopassus Serang yang telah memberikan pembinaan kesiapan fisik dan mental, dukungan tim musik dari MG Sport and Music Evans Drum Head dan Bahana Mahardika, PT. Garuda Indonesia, Angkasa Pura II, BJB Serang, serta pihak-pihak lain yang telah memberikan dukungan material maupun non material.
Usai prosesi pelepasan Marching Band Gita Surosowan Banten, Gubernur didampingi Wagub dan Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Provinsi Banten menyerahkan uang saku sebesar Rp446 juta untuk para anggota Marching Band Gita Surosowan Banten.

‘ SEKDA PROVINSI BANTEN ,H MUHADI, HADIRI APEL GELAR GERAKAN INDONESIA BERSIH DI ALUN”2 BARAT KOTA SERANG “

laporan : Ch



Serang 8 juli 2013-Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten-H.Muhadi didampingi Asisten Daerah Pembangunan dan Kesra-M.Husni Hasan ( ASDA II ) menghadiri apel Jum’at bersih dalam rangka Gerakan Indonesia Bersih di Serang Banten untuk mewujudkan masyarakat yang sehat di Alun-alun Barat, Kota Serang,Pelaksanaan kegiatan Gerakan Indonesia Bersih ini diikuti sekitar 2.500 orang yang terdiri dari anggota Korem 064/Maulana Yusuf (MY), Polri, Pemerintah Daerah (Pemda), masyarakat, organisasi pemuda dan pelajar/pramuka.
“Tidak mudah, bukan berarti tidak mungkin, untuk menciptakan keindahan dan kebersihan di wilayah Provinsi Banten ini agar terwujud, karena itu kita harus mengawali memberikan contoh dan suri tauladan kepada orang lain agar mengikuti apa yang kita lakukan untuk menjaga kebersihan di wilayah Banten ini yaitu dengan melaksanakan Gerakan Indonesia Bersih yang dilaksanakan bersama-sama sebagai wujud bhakti dan gotong royong menciptakan wilayah Serang Banten ini agar terbebas dari sampah yang berserakan di mana-mana” terang Danrem 064/MY-Kolonel Inf.Dedy Kusmayadi saat memimpin apel pelaksanaan Gerakan Indonesia Bersih.
“Untuk menjaga kebersihan tidak cuma dilakukan jika skalanya besar, tapi untuk menjaga kebersihan harus diawali dari lingkungan kita sendiri, yaitu lingkungan rumah kita masing-masing dalam skala yang kecil. “Jika hal tersebut dilakukan bukan tidak mungkin kita akan terbiasa dengan hidup sehat”
Danrem menambahkan bahwa komitmen untuk menciptakan Provinsi Banten menjadi provinsi yang bersih dan indah terhindar dari kotornya sampah-sampah yang berserakan di wilayah Banten ini harus benar-benar menjadi perhatian dan aksi bersama. Harus diakui bahwa masih adanya sebagian orang yang tidak memperhatikan dan tidak peduli dengan kebersihan lingkungan, lebih khusus lagi kepedulian terhadap kebersihan di wilayah Provinsi Banten yang harus sama-sama dijaga. Hal ini terbukti dengan masih ditemukannya ketidakpedulian warga masyarakat bahkan masih adanya instansi-instansi pemerintah yang seharusnya memberikan contoh gerakan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, tapi justru tidak mempedulikan kebersihan lingkungan di sekitar kantornya sendiri.Hal tersebut dibuktikan Danrem 064/MY yang didampingi Dandim 0602/Serang-Letkol Inf.Wahyu Widodo, Kasi Ter Rem 064/MY-Letkol Inf.Sutanri Munawi, dan Sobirin S.Sos.Msi dari Forsil Serang yang melihat masih ditemukannya tumpukan sampah dan rumput yang tumbuh liar di sekitar kantor instansi pemerintahan saat meninjau lokasi pelaksanaan pembersihan yang dilaksanakan oleh prajurit Korem 064/MY bersama-sama dengan Polres Serang, FKPPI, PU, Pramuka, Satpol PP. “Hal tersebut mencerminkan kurangnya kepedulian masyarakat dan instansi tersebut terhadap kebersihan lingkungan” terangnya.
Pada aksi Gerakan Indonesia Bersih melakukan sasaran kegiatan pembersihan meliputi jalan protokol Kota Serang yang terbagi dalam 10 titik, di mulai dari Alun-Alun Barat Kota Serang, Alun-Alun Timur Jl.Veteran, Jl.A.Yani, Jl.Jenderal Sudirman, hingga perempatan Serang Timur, Jembatan Pakupatan, termasuk Taman Makam Pahlawan Ciceri, Stadion Maulana Yusuf, Sungai Cibanten yang dilalui oleh aksi Gerakan Indonesia Bersih turut pula dilakukan pembersihan dari sampah-sampah.


Rabu, 17 Juli 2013

60 KK DI DESA KARANG PAMINDANGAN KEC. WANASALAM KAB.LEBAK CALON KONSUMEN ( PENERIMA PROGRAM )

Laporan: Chumairoh...................................................................................................................................
Desa Karang Pamindangan Kec. Wanasalam Kab Lebak adalah salah satu desa yang masyarakatnya penerima Program ( Calon Konsumen ) Pembangunan Listrik Perdesaan wilayah kerja Pembangunan WKP III, Tahun Anggaran 2013 yaitu sebanyak 60 KK pada 25 Maret lalu telah di sosialisasikan, bantuan ini di akan serahkan nanti setelah adanya sosialisasi dan survey dari Tim Dinas Pertambangan dan Energi bersama PLN, kepala desa Camat setempat melalui kerjasama yang sling membantu satu sama lain.
Dari nara sumber salah seorang calon penerima program mengatakan" bila saya mendapatkan bantuan Program Pembangunan Listrik Perdesaan karena Kepala Desa Karang Pamindangan Kec. Wanasalam sudah mendata nama dan alamat rumah saya yang memang belum mempunyai dan mendapatkan bantuan Program ini, saya berjanji akan berusaha memanfaatkan se maksimal mungkin dan menjaga sesuatu yng telah di berikan oleh pemerintah kepada saya, kami dan keluarga mngucapkan banyak terima kasih kepada seluruh instansi terkait terutam kepada Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah semoga program ini dapat berjalan seperti yang di harapkan kita semua agar banten terang 2014 dapat benar - benar terlaksana dengan baik,,,,,,jelasnya singkat. Adapun rencana pemerintah Provinsi Banten dalam pelaksanaan program pembangunan listrik pedesaan di wilayah kerja pembangunan WKP III, calon konsumen / penerima program di TA 2013 ini adalah Kab. Lebak sebanyak 5.410 KK dan Kab.Pandeglang sebanyak 6.590 KK. banyak masyarakat berharap semoga banten terang 2014 dapat benar - benar menjadi kenyataan, ini sebagai salah satu landasan untuk Banten maju dan masyarakatnya sejahtra sehingga perekonomian di kab.Lebak dan Kab. Pandeglang berjalan sesuai dengan apa yang di harapkan pemimpin dan seluruh masyarakat banten berlandaskan iman dan taqwa.
Adapun sosialisasi yang di laksanakan oleh tim sosialisasi dari Dinas Pertambangan dan Energi adalah untuk mengimpormasikan dan menjelaskan kepada masyarakat calon penerima bantuan listrik pedesaan mengenai pelaksanaan program pembangunan listrik pedesaan di  WKP III TA 2013.

SEBANYAK 80 KK WARGA DESA KETAPANG KEC. WANASALAM KAB. LEBAK MENERIMA PROGRAM WKP III

Laporan: Chumairoh................
Program Pembangunan Listrik Perdesaan Wilayah Kerja Pembangunan ( WKP III ) untuk Kab. Lebak sebanyak 5410 Kepala Keluarga ( KK ) dan Kab Pandeglang sebanyak 6590 TA 2013 Kepala Keluarga ( KK ), yang di laksanakan melalui Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Banten telah di sosialisasikan melalui tim nya bekerjasama dengan intansi terkait seperti PLN,  Kecamatan / Desa serta masyarakat calon penerima bantuan, hal ini mengingat untuk terlaksananya Program listrik masuk desa yang di canangkan oleh Gubernur Banten hj. Ratu Atut Chosiyah SE, dalam programnya menuju banten terang 2014.
Sorotan kali ini media BP. online turun kelapangan untuk menyaksikan langsung Sosialisasi rencana pemberian bantuan Program Pembangunan Listik Pedesaan Wilayah Kerja Pembangunan ( WKP III ) di Kab. Lebak oleh Tim Dari Dinas Pertambangan dan Energi provinsi banten, tepatnya di Desa ketapang Kec. Wanasalam Kab. Lebak. Dimana sebanyak 80 KK calon penerima bantuan / calon konsumet listrik masuk desa pada 22 Maret 2013 lalu, masyarakat Desa Ketapang Kec. Wanasalam penerima bantuan sangat berterima kasih kepada pemerintah Provinsi Banten melalui instansi terkaitnya Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Banten dengan adanya program Listrik Perdesaan. Meraka  berjanji akan memanfaatkan bantuan yang telah di berikan sebaik - baiknya, dan mengharap semoga program ini akan terus berlanjut demi kesejahteraan masyarakat banten, dan masyarkat desa ketapang mendukung sepenuhnya program banten terang 2014. Tujuan sosialisasi adalah untuk mengimpormasikan dan menjelaskan kepada masyarakat calon penerima bantuan pembangunan listrik perdesaan mengenai program WKP III TA 2013.

Senin, 15 Juli 2013

BUPATI PANDEGLANG BERIKAN BANTUAN UNTUK KORBAN BENCANA ALAM DI DESA RAMEA

laporan : chumairoh










Pandeglang Selasa 2/7-2013,Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Pandeglang Erna Nurhayati memberikan Bantuan Sosial untuk para korban bencana alam Tanah Longsor yang terjadi di Desa Rame,  Kecamatan  Mandalawangi, bantuan tersebut diberikan langsung oleh Bupati Pandeglang yang bertempat di Kecamatan Mandalawangi,
Hadir dalam acara tersebut Kepala Bagian Humas Agus Makdum, Camat Mandalawangi Suparta Wijaya, Kepala Desa Ramea Busro dan para Warga Desa Ramea yang akan menerima Bantuan.
Disela acara penyerahan bantuan yang diselenggarakandi aula kecamatan mandalawangi Encep Suryadi selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengatakan,” bahwa jumlah penerima bantuan sebanyak 23 Orang Kepala Rumah Tangga. Dari keseluruhan yang terkena bencana diantaranya 19 orang yang kondisi rumahnya rusak ringan dan 4 Orang kondisi Rumahnya rusak berat bahkan hilang tergerus oleh tanah, “bantuan yang kami berikan ini dibagi tiga tahap untuk yang rusak berat dan dua tahap untuk yang rusak ringan, untuk jumlah bantuan yang akan diberikan bagi warga yang kondisi Rumahnya rusak berat masing – masing sebesar 25 Juta Rupiah dan untuk Rumah yang rusak ringan sebesar 14.473.000,Bantuan yang diberikan saat ini adalah tahap pertama, untuk yang rusak berat masing – masing sebesar 15 juta dan untuk yang rusak ringan 7 juta. Untuk tahap selanjutnya nanti akan kami salurkan kembali setelah tahap pertama selesai dan kami akan melakukan peninjauan langsung,Bantuan untuk Rumah rusak berat  secara simbolis diterima oleh Pahrur Roji dan bantuan untuk Rumah yang rusak ringan diterima oleh Ibu Fatimah.jelas kepala BPBD
Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi mengatakan bahwa bantuan yang diberikan ini dari Anggaran Pemerintah Pusat  yang disalurkan melalui BPBD untuk para Korban Bencana Alam yang terjadi di Desa Ramea, Kecamatan Mandalawangi. Bagi para penerima bantuan agar mempergunakan bantuan ini dengan sebaik – baiknya, jangan sampai dipergunakan untuk kepentingan lain, “ Saya berharap bantuan yang bapak terima ini dipergunakan untuk membangun kembali rumah bapa yang terkena bencana, jangan dipergunakan untuk hal lain yang tidak penting,
Bupati juga meminta agar Camat dan Kepala Desa ikut berperan serta dalam proses pelaksanaannya, “Saya harapkan Camat dan Kepala Desa ikut serta melakukan pemantauan dalam pembangunan yang dilakukan, karena sebelum penyaluran bantuan tahap selanjutnya akan ada peninjauan langsung, sehingga kami bisa melihat sejauh mana progres dari bantuan yang diberikan pada tahap pertama dan apa yang diamanahkan oleh pemerintah pusat bisa kita laksanakan sebagaimana mestinya,” lanjutnya.